Pendidikan teater di Indonesia cukup memprihatinkan. Entah di rantai mana yang salah, dan nyatanya pendidikan teater di Indonesia mengalami kemandegan. Padahal potensi teater daerah di Indonesia sangat besar. Kemungkinan untuk mengembangkan pendidikan teater sangat besar. Pakah guru-guru teater yang kurang atau political will pemerintah yang kurang serius menanggapai masalah ini. Hal in menjadi ironi ketika, teater yang merupakan bentuk seni paling lengkap, dan dapat mencakup multi kecerdasan, namun tiudak digarap serius. Mari diskusi tentang Pendidikan Teater, Dimanakah kau berada kini? (GIGI) Quo Vadis Pendidikan Teater Indonesia.
January 17, 2007 at 9:25 am |
Mas, kalau di sekolah, teater cukup diminati. Ini paling tidak di sekolah saya, MTs Negeri Kumai, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Pesertanya cukup banyak. Tapi unsur malas berlatih cukup menggilakan. Di kelas, siswa cukup kreatif. Apalagi kurikulum menuntut mereka mampu menggunah naskah, menulis naskah, dan memainkan naskah drama.
Ciamik uey.
Walau kurang mendalam saya dulu ikut di SS IKIP Smg, sekarang UNNES. Masih hidup nggak ya?